Biografi Claude Monet Serta Karya Dan Akhir Hayatnya

Biografi Claude Monet

Claude Monet, pelukis abad ke 19 yang sangat lekat dengan aliran impresionis asal Prancis. Istilah impresionis sendiri berasal dari salah satu lukisan Monet yang berjudul Impression, Sunrise. Berikut akan dibahas biografi sang maestro mulai dari kelahiran, karya hingga akhir hayatnya.

Kelahiran dan Masa Kecil Claude Monet

Claude Monet, seorang pelukis aliran impresionis berkebangsaan Prancis yang lahir pada tanggal 14 November 1840 di 45 Rue Laffitte ini juga dikenal dengan nama Claude Oscar Monet atau Oscar Claude Monet. Ayahnya bernama Claude Adolphe Monet dan Ibunya Louise Justine Aubree Monet. Pada saat usianya 5 tahun, mereka pindah ke kota Le Havre. Pada bulan April 1851, Monet mulai sekolah di Le Havre.

Disana ia sering menggambar karikatur-karikatur yang menarik teman-temannya, ada yang dijadikan pajangan di sekolah dan ada juga yang dijual dengan harga 10 sampai 12 francs. Monet pertama kali mendapatkan ilmu tentang menggambar dari seniman Jean-Francois Ochard. Sedangkan untuk teknik melukis luar ruangan, banyak dipelajari Monet dari Eugene Boudin yang ia temui di pantai Normandia. Ibu Monet, Louise Justine Aubree Monet meninggal pada 28 Januari 1857 dan selanjutnya ia dirawat oleh Marie-Jeanne, bibinya.

Masa Remaja dan Dewasa Claude Monet

Juni 1861, Monet menjadi salah satu anggota pasukan Resimen I Kavaleri Ringan Afrika di Aljazair untuk dua tahun. Namun karena penyakit tipus yang dideritanya selama pelatihan, ia diminta oleh Madam Lecadre, bibinya untuk keluar dari pelatihan militer dan menyelesaikan pendidikan seni rupanya di universitas. Saat melanjutkan pendidikannya, ia merasa pelajaran klasik yang diajarkan disana bertentangan dengan dirinya dan memutuskan untuk bergabung di studio Charles Gleyre di kota Paris. Di studio Charles Gleyre ini Monet bertemu dengan Frederic Bazille, Alfred Sisley dan Pierre-Auguste Renoir yang nantinya bersama-sama dalam mengembangkan teknik baru seni lukis dengan menggunakan efek-efek cahaya yang merupakan cikal bakal aliran impressionisme.

Monet mulai mendapatkan pamor di dunia seni lukis pada tahun 1868 berkat karyanya yang berjudul Camille atau La Femme a la Robe Verte. Lukisan ini adalah satu dari sekian karyanya yang menjadikan Camille Doncieux sebagai objeknya, yang tak lain adalah calon istrinya saat itu. Monet dan Doncieux menikah pada tahun 1870. Pada tahun 1870, Monet pindah ke Inggris untuk menghindari Perang Prancis dan Prusia. Disana ia bertemu dan belajar kepada John Constable dan J.M.W Turner yang dari merekalah Monet banyak belajar tentang pewarnaan. Pada tahun 1872, Monet kembali ke Paris. Dalam rentang waktu 1872 hingga 1873, beberapa karya yang dihasilkan Monet adalah Impression, Sunrise yang menggambarkan pemandangan di Le Havre. Karyanya ini ditampilkan di pameran impresionis pertama pada tahun 1874 dan hingga saat ini masih menjadi koleksi Musee Marmottan, Paris.

Selanjutnya, pada kurun waktu tahun 1871 sampai 1878, Monet tinggal di sebuah desa di Seine tepanya di Argenteuil Paris. Disinilah banyak mahakarya dari seorang Claude Monet banyak dilahirkan. Pada tahun 1879, Doncieux meninggal dunia karena penyakit tubercolosis. Selanjutnya, anak-anaknya dirawat oleh Alice Hoschede. Pada April 1883, mereka semua pindah dari Poissy ke Haute-Normandie, Giverny Eure. Monet dan Hoschede pun menikah pada tahun 1892. Pada rentang waktu dari tahun 1880-an hingga 1890-an, Monet banyak menghasilkan lukisan dengan berbagai jenis sudut pandang dan cahaya. Katedral Rouen merupakan seri pertamanya yang melukiskan berbagai sudut pandang sepanjang hari dengan waktu yang berbeda-beda. Total dua puluh sudut pandang ini dipamerkan pada tahun 1895 di Durand-Ruel.

Baca Juga:  Menjelang Art Basel Hong Kong, Thaddaeus Ropac Memanggil Artis Rising Star Zadie Xa

Pada tahun 1883 sampai 1908, Monet pergi ke Mediterania dan disana ia banyak melukis pemandangan baik darat atau laut, ia juga melukis bangunan-bangunan penting disana. Hingga akhirnya pada tahun 1911 istrinya Hoschede meninggal dunia disusul dengan anaknya, Jean pada tahun 1914. Pada tahun 1923, Claude Monet harus dioperasi sebanyak dua kali karena penyakit katarak yang dideritanya. Efek pasca operasi memberikan warna berbeda pada gaya lukisannya. Karyanya berubah menjadi tonality merah, sebuah reaksi yang sangat wajar bagi penderita katarak. Selain tonality merah, Monet terkadang juga bisa mendeteksi pantulan sinar ultaviolet. Pasca operasi, Monet lebih sering melukis ulang karya-karyanya terdahulu.

Karya-karya Claude Monet

Selama 86 tahun hidupnya, Claude Monet telah banyak menghasilkan berbagai karya lukis. Berikut beberapa karya terkenal Monet:

Regatta di Sainte-Adresse

Lukisan yang dibuat Monet pada tahun 1867 ini menggambarkan dua sisi kehidupan yaitu para orang kaya yang hadir dan ikut serta dalam lomba berlayar, disisi lain ada nelayan kelas bawah yang sedang menarik perahu mereka ke bibir pantai.

The Magpie

Lukisan berukuran 31 cm x 51 cm ini dibuat dalam rentang waktu 1868-1869 dengan medium oil on canvas. Karya Monet terbesar dari seluruh lanskap bersalju 140 ini sekarang dikoleksi di Musee d’Orsay Paris. Bagian yang paling penting dan menarik dalam lukisan The Magpie ini adalah bayangan berwarna biru yang terbentang mulai dari pagar. Murai hitam yang bertengger di gerbang menjadi titik fokus dalam lukisan ini. Dalam lukisan itu hanya burung yang ada dan tidak terdapat objek manusia.

Berperahu di Sungai Epte

Karya ini adalah snapshot Monet di atas cat minyak. Subjek dari lukisan ini adalah manusia yang terdapat di sudut kanan atas potongan, dan air yang dilukis benar-benar menjadi fokus utama. Di lukisan itu terdapat dua gadis yang tak lain adalah anak tirinya.

San Giorgio Maggiore saat senja

Saat Monet pergi ke Venesia pada tahun 1908, saat melihat matahari tenggelam, dia merasa itu adalah pemandangan paling indah yang pernah ia lihat dan mengatakan bahwa pemandangan itu terlalu indah untuk dilukiskan. Ia pun melukis pemandangan yang ia lihat dari penginapannya di kota San Giorgio. San Giorgio saat senja memiliki warna yang seolah meledak dan memantulkan diri di dalam air.

Bunga Teratai

Lukisan ini ia buat pada tahun 1906 merupakan salah satu karyanya dalam 30 tahun terakhir dari seri bunga lili di kolamnya saat tinggal di Giverny. Bunga teratai ini ia lukis dalam cahaya dan cuaca yang berbeda dari seri lainnya.

Akhir Hayat Claude Monet

Monet menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 5 Desember 1926 yang disebabkan oleh kanker paru-paru. Ia meninggal dalam usia 86 tahun dan dikebumikan di gereja Giverny. Sebelum meninggal, Monet telah meninggalkan wasiat agar nanti pemakamannya tidak dipenuhi banyak orang dan tetap dalam suasana sederhana. Pada hari pemakamannya hanya sekitar 50 orang yang hadir dan merupakan keluarga, kerabata dan teman dekat Claude Monet.